Web Analytics

Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Dokumentasi Kegiatan
Community Service Articles
Published: 2026-01-07

Education on Preeclampsia Prevention among Pregnant Women

Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari
Preeclampsia Maternal health education Health promotion

Abstract

Preeclampsia remains one of the leading causes of maternal morbidity and mortality in Indonesia. Preventive efforts can be implemented through educational interventions aimed at increasing awareness of the early signs of preeclampsia. This activity aimed to improve pregnant women’s knowledge of preeclampsia through health education conducted in the form of counseling sessions, interactive discussions, leaflet distribution, and knowledge evaluation using pre-test and post-test assessments. The activity was carried out in the working area of Abeli Community Health Center, Abeli District, Kendari City, involving 15 pregnant women as participants. The program stages included coordination with health center staff, assessment of vital signs (blood pressure and body weight), completion of pre-test questionnaires, delivery of educational materials, distribution of informational leaflets, interactive discussions, and evaluation through post-test questionnaires. The results demonstrated an increase in participants’ knowledge regarding the signs and symptoms of preeclampsia after participating in the educational activity. The practical implication of this program is that health education combined with basic health screening serves as a preventive strategy to enhance pregnant women’s awareness of the signs and symptoms of preeclampsia and encourages regular antenatal care visits through community-based services such as Posyandu.

It is important to note that recent evidence indicates that the identification of preeclampsia is no longer based solely on the classical triad of hypertension, edema, and proteinuria, but rather emphasizes early indicators such as elevated blood pressure assessed through mean arterial pressure and increased body mass index. These assessments can be conducted from the preconception period through routine antenatal care visits.

Contribution to the Sustainable Development Goals (SDGs)

This educational program on preeclampsia prevention among pregnant women contributes to Sustainable Development Goal (SDG) 3: Ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages. Specifically, it supports Target 3.1, which aims to reduce the global maternal mortality ratio through effective prevention and early detection of pregnancy-related complications. By improving pregnant women’s knowledge of the early signs and risk factors of preeclampsia through health education and basic health screening, this program strengthens preventive maternal health services and promotes timely antenatal care utilization. Ultimately, the intervention supports the enhancement of maternal health awareness and contributes to safer pregnancy outcomes at the community level.

Penulis koresponden: Sultina Sarita (sultinasarita8@gmail.com).

Pendahuluan

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi di seluruh dunia (1). Kondisi ini ditandai dengan hipertensi yang disertai dengan kerusakan organ lain, seperti ginjal, hati, atau sistem saraf, yang biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu (2). Di Indonesia, prevalensi preeklampsia masih cukup tinggi, mencapai 25% dari seluruh kasus komplikasi kehamilan, yang sebagian besar terjadi pada wilayah pedesaan dengan akses kesehatan yang terbatas (3). Hal ini memerlukan upaya edukasi dengan berbasiskan pada upaya promotif, dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan preeklampsia.

Edukasi pencegahan preeklampsia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak. Pendekatan promotif melibatkan pemberdayaan ibu hamil dan keluarganya melalui penyuluhan tentang tanda-tanda awal preeklampsia, pola makan yang sehat, dan pentingnya pemeriksaan antenatal secara rutin (4). Pendekatan preventif mencakup strategi pencegahan yang lebih spesifik, seperti pemberian suplementasi kalsium dan multivitamin untuk mengurangi insiden preeklampsia hingga 60% (5).

Edukasi tentang preeklampsia tidak hanya bermanfaat bagi ibu hamil, tetapi juga bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam mendeteksi dan menangani kasus ini. Patricia et al. menyatakan bahwa pelatihan tenaga kesehatan tentang manajemen preeklampsia dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan pengelolaan kasus (6). Melalui pendekatan yang komprehensif, diharapkan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang preeklampsia serta mendorong deteksi dini dan pencegahan yang efektif.

Metode

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi kesehatan mengenai tanda dan gejala preeklampsia. Lokasi pelaksanaan kegiatan berada di wilayah kerja Puskesmas Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat partisipatif, dengan pendekatan edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan dasar.

Tahapan kegiatan diawali dengan penjajakan dan koordinasi bersama pihak Puskesmas Abeli untuk menentukan sasaran peserta, yaitu ibu hamil yang berdomisili di wilayah kerja tersebut. Setelah dilakukan seleksi, terpilih sebanyak 15 orang ibu hamil yang memenuhi kriteria, yaitu bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan berada dalam kondisi kesehatan yang memungkinkan untuk mengikuti kegiatan secara tatap muka.

Sebelum pelaksanaan edukasi, dilakukan pemeriksaan kesehatan awal berupa pengukuran tekanan darah dan berat badan peserta. Selanjutnya, peserta diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai preeklampsia. Materi edukasi disampaikan melalui ceramah, dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait kehamilan.

Sebagai media pendukung, peserta juga diberikan leaflet yang berisi informasi penting mengenai preeklampsia agar dapat dipelajari kembali secara mandiri di rumah. Setelah sesi edukasi selesai, dilakukan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan.

Hasil dan Pembahasan

Figure 1. Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan

Pengabdian Masyarakat dilakukan pada bulan Agustus 2025. Subjek kegiatan pengabdian masyarakat adalah 15 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kecamatan Abeli Kota Kendari.

Hasil Pemeriksaan Frekuensi (n=15) Persentase (100%)
Tekanan Darah
Normal 7 46,67
Pra hipertensi 5 33,33
Hipertensi tingkat I 2 13,33
Hipertensi tingkat II 1 6,67
Table 1. Distribusi Hasil Pemeriksaan Tekanan Darah Ibu Hamil

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tekanan darah dalam kategori normal (46,67%), namun terdapat proporsi yang cukup signifikan mengalami prahipertensi (33,33%) dan bahkan hipertensi tingkat I (13,33%) serta hipertensi tingkat II (6,67%). Temuan ini mengindikasikan bahwa hampir setengah dari peserta memiliki risiko mengalami komplikasi kehamilan, khususnya preeklampsia, yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin, terutama jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini (7,8).

Hasil Pemeriksaan Frekuensi (n=15) Persentase (100%)
Indeks Massa Tubuh
Normal 9 60,0
Kurang 3 20,0
Lebih 3 20,0
Table 2. Distribusi Indeks Massa Tubuh Ibu Hamil

Sebanyak 9 orang (60%) termasuk dalam kategori berat badan normal, dengan rentang berat badan antara 50-70 kg. Sementara itu, terdapat 3 orang peserta (20%) yang masuk dalam kategori berat badan kurang, yaitu dengan berat badan kurang dari 50 kg. Selain itu, 3 orang peserta lainnya (20%) tergolong dalam kategori berat badan lebih, yaitu dengan berat badan lebih dari 70 kg.

Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena berat badan yang rendah pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk preeklampsia. Sebaliknya, kelebihan berat badan juga merupakan faktor risiko yang signifikan, karena dapat memperburuk kondisi kehamilan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya hipertensi serta preeklampsia (9). Pemantauan status gizi dan kesehatan ibu hamil melalui pengukuran berat badan dan tekanan darah menjadi langkah penting dalam deteksi dini risiko preeklampsia (10). Edukasi preeklampsia yang disertai dengan pemeriksaan kesehatan dasar diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap pentingnya menjaga berat badan ideal selama kehamilan. Dengan pemahaman yang baik, ibu hamil dapat lebih waspada terhadap tanda-tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis apabila diperlukan, sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan (11,12).

Figure 2. Grafik Hasil Pre-Postes Pengetahuan Peserta

Berdasarkan hasil uji peningkatan pengetahuan menggunakan metode pre-test dan post-test, diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 58,0 yang meningkat menjadi 72,0 pada post-test. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai preeklampsia setelah diberikan edukasi.

Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta menjadi 72,0 setelah mengikuti kegiatan edukasi. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas metode edukasi yang diterapkan, terutama melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan ceramah, diskusi interaktif, dan media edukasi berupa leaflet. Nilai rata-rata post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test mengindikasikan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi preeklampsia. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif yang diberikan mampu memperkuat pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan, khususnya preeklampsia, yang sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Urgensi edukasi preeklampsia sangat penting untuk selalu dilakukan. Melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan dasar, ibu hamil tidak hanya mendapatkan informasi mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin. Pembagian leaflet dan diskusi interaktif turut memperkuat pemahaman peserta, memungkinkan mereka untuk lebih waspada terhadap gejala awal preeklampsia (12).

Implikasi Praktis

Kegiatan edukasi mengenai preeklampsia memiliki implikasi praktis yang penting dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan, khususnya di tingkat pelayanan kesehatan primer. Melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pemeriksaan kesehatan dasar dan penyuluhan, ibu hamil dapat lebih memahami pentingnya deteksi dini terhadap tanda-tanda preeklampsia. Pengetahuan ini memungkinkan mereka untuk lebih waspada terhadap perubahan kondisi tubuh selama kehamilan dan segera mencari pertolongan medis jika diperlukan. Selain itu, keterlibatan aktif tenaga kesehatan dalam kegiatan ini memperkuat peran Puskesmas sebagai garda terdepan dalam promosi kesehatan ibu dan anak. Pembagian leaflet sebagai media edukasi juga memberikan manfaat jangka panjang karena dapat menjadi sumber informasi yang dapat diakses kembali oleh peserta maupun keluarga mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan individu, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu hamil.

Sumber Pustaka

1. World Health Organization. Pre-eclampsia [Internet]. 2025. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pre-eclampsia

2. Bisson C, Dautel S, Patel E, Suresh S, Dauer P, Rana S. Preeclampsia pathophysiology and adverse outcomes during pregnancy and postpartum. Front Med. 2023 Mar 16;10:1144170.

3. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam Angka. Kementerian Kesehatan; 2023.

4. Ningsih DA, Fatriani R, Fitria R. Dari Screening Hingga Edukasi: Upaya Pemberdayaan Ibu Hamil Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan di Sukadana HAM Bandar Lampung. J Pengabdi Masy Jajama JPMJ. 2025 Aug 19;4(1):53–62.

5. Ushida T, Tano S, Matsuo S, Fuma K, Imai K, Kajiyama H, et al. Dietary supplements and prevention of preeclampsia. Hypertens Res. 2025;48(4):1444–57.

6. Patricia V, Yani A, Nuraeni HS, Astriani RD, Rumiatun D. Preeclampsia support group sebagai upaya pemberdayaan kader dalam pencegahan dan pengendalian preeklampsia. SELAPARANG J Pengabdi Masy Berkemajuan. 2024 Mar 23;8(1):661–70.

7. Hatini EE, Rahmawati E, Febriani I, Lucin Y. ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI FASKES WILAYAH KOTA PALANGKA RAYA: Analysis of Risk Factors for Preeclampsia in Pregnant Women in the Third Trimester at Health Facilities in the City of Palangka Raya. J Forum Kesehat Media Publ Kesehat Ilm. 2025 Mar 19;15(1):28–41.

8. Tandiarrang JP, Murnita IA, Ns DD. Faktor Ibu Yang Ada Hubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Beberapa Lokasi Di Wilayah Indonesia Periode Tahun 2014 Sampai dengan Tahun 2021. Bosowa Med J. 2025 Jan 29;3(1):13–7.

9. Bodnar LM, Himes KP, Abrams B, Parisi SM, Hutcheon JA. Early-pregnancy weight gain and the risk of preeclampsia: a case-cohort study. Pregnancy Hypertens. 2018 Oct;14:205–12.

10. Mujahadatuljannah, Suhartati S, Anita, Zulliati. OPTIMALISASI KUNJUNGAN ANC DENGAN PEMBERIAN EDUKASI IBU HAMIL DAN BUKU CATATAN DATANG BUMIL (KADER PANTAU KUNJUNGAN IBU HAMIL) DI KELURAHAN TUMBANG RUNGAN. DIMAS Pengabdi Kpd Masy. 2024 May 21;1(1):61–7.

11. Marbun U, Irnawati I. Edukasi Bahaya dan Pencegahan Preeklampsia Pada Kehamilan. Abdimas Polsaka. 2023 Mar 3;2(1):64–9.

12. Fyrda N, Usman S, Yusni Y. Edukasi Melalui Media Leaflet untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Preeklamsia di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh. J Penelit Kesehat SUARA FORIKES J Health Res Forikes Voice. 2022 July 31;13(3):639–44.

Catatan

Catatan Penerbit (Publisher’s Note)

Penerbit PT Karya Inovasi Berkelanjutan menyatakan tetap netral sehubungan dengan buah pikiran yang diterbitkan dan dari afiliasi institusional manapun. (The publisher of PT Karya Inovasi Berkelanjutan states that it remains neutral with respect to the published ideas and from any institutional affiliation).

Review Editor/Peer Reviewer

Inda Corniawati, SST., M.Keb (Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, Indonesia).

Pendanaan (Funding)

Swadana (None).

Pernyataan Konflik Kepentingan (Statement of Conflict of Interest)

Penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan dengan pihak manapun. (The authors stated that there was no conflict of interest with any party).

Hak Cipta 2025 Sarita et al. Artikel yang diterbitkan mendapatkan lisensi Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0), sehingga siapapun dan di manapun memiliki kesempatan yang sama untuk menggali khazanah ilmu pengetahuan dan meningkatkan kesempatan terhadap diskusi ilmiah. (Copyright of 2025 Sarita et al. This is an open access article distributed under the terms of the Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0), thus anyone, anywhere has the same opportunity to explore the knowledge and enhance opportunities for scientific discussion).

Metrics

Metrics Loading ...

How to Cite

Sarita, S., Arsulfa, A., Syahrianti, S., Yulita, H., Dolofu, M., & Resyana, H. (2026). Education on Preeclampsia Prevention among Pregnant Women. Kisi Berkelanjutan: Sains Medis Dan Kesehatan, 2(4), e62. Retrieved from http://www.kisiberkelanjutan.com/index.php/smk/article/view/62 (Original work published November 12, 2025)